Get to Know Me

 

Kumpulan dari hari-hari. Disalah satu hari itu, dihari yang sangat spesial, kita dilahirkan. Pada tanggal 10 April 2003 lahirlah anak perempuan. Ia menangis kencang saat menghirup udara pertama kali. Disalah satu hari lainnya, ia belajar tengkurap, belajar merangkak, untuk kemudian berjalan. Di salah satu hari berikutnya Ia bisa mengendarai sepeda, masuk sekolah pertama kali, semua serba pertama kali. Raissa Agya itulah nama ku.

Aku terlahir dari keluarga yang sederhana dan bahagia. Aku memiliki seorang ibu yang sangat kuat dan baik kepada anak anaknya, begitupula dengan ayahku yang humoris dan tegas. Aku pun mempunyai tiga kakak kandung yang selalu memberikan ku kebahagiaan lewat canda tawa dan pengalaman masa kecil ku. Tetapi, satu persatu perlahan meninggalkan rumah karena sudah mempunyai keluarga dan di karuniai anak yang sangat lucu.

Hari-hari melesat cepat. Siang beranjak datang dan kita tumbuh menjadi dewasa, besar. Mulai menemui pahit kehidupan. Hidup memang tak pernah lepas dari masalah. Semua kisah cinta dengan jurang pembatas yang tajam menuai banyak masalah.

Semua tentang cinta rumit dan menyakitkan. Tidak ada hubungan yang bertahan selamanya. Suatu hari nanti, ikatan yang dipuja-puja sebagai sesuatu yang sakral dan indah itu pada akhirnya akan terputus, entah oleh takdir, atau perbuatan salah satu dari dua insan yang terlibat di dalamnya. Patah hati lalu depresi hal yang manusiawi. Namun segeralah untuk bangkit kembali saat terpuruk karena cinta yang tak bisa dimiliki. Semua sakit pasti ada obatnya.

Namun terkadang kita dipaksa untuk menyerah, dipaksa untuk berhenti melangkah. Ada kalanya kita menjadi demikian putus asa, merasa tak berdaya dan tak mampu lagi melakukan apa-apa. Ada saat-saat dimana kita berada dalam titik nadir, berada dan tenggelam begitu jauh di lembah keperpurukan. Entah apa masalah atau alasan dibalik keterpurukan itu, namun kebanyakan kita pasti pernah mengalami hal semacam itu. Dalam kondisi atau keadaan itu, pikiran kita yang telah sama lelahnya dengan berbagai aspek dalam kehidupan kita mungkin berbisik, “aku menyerah. Aku tak sanggup untuk berjalan lagi”. Aku pernah mengalami masa dimana satu-satunya pilihan yang tersedia untuk aku hanya berhenti melangkah, menyerah karena saking tidak berdayanya. 


Sebagai manusia, kita tidak sempurna. Itulah mengapa kita membutuhkan satu sama lain. Untuk menangkap satu sama lain saat kita goyah. Untuk menyemangati satu sama lain saat kita putus asa. Teman-temanku berusaha menyemangati ku dan membantu ku untuk keluar dari lingkaran hitam yang membuat hati ku terasa sepi dan hampa atas trauma yang aku hadapi beberapa waktu lalu.

Hidup kita memang tidak hebat nan menakjubkan. Tapi kita bisa membuatnya utuh dengan senantiasa bersyukur. 

-Tere Liye

Aku berharap suatu hari nanti akan membawa kebahagiaan melihat keluarga dan teman maupun orang orang tersayang berkumpul dan bahagia dalam diri masing masing dan bersyukur atas nikmat dan karunia Allah yang sudah diberikan kepada kita semua. Jadi teruslah melangkah dengan terus menikmati perjalanan dengan cara membuat perjalanan jadi “santai”, dan mengungkap maksud baik Tuhan dibalik perjalanan yang sedang kita tempuh.



visit my social media!

instagram - pinterest

Comments

Popular posts from this blog

Analisa Teknologi Infrastruktur Perusahaan Halodoc